Bandara SSK II Pasang Alat untuk Deteksi Cacar Monyet

By Redaksi 14 Mei 2019, 16:29:22 WIB Pekanbaru
Bandara SSK II Pasang Alat untuk Deteksi Cacar Monyet

Pekanbaru - Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) di Kota Pekanbaru, Riau, menggunakan peranti canggih untuk mendeteksi penumpang pesawat dari luar negeri, khususnya dari Singapura, yang berpotensi membawa virus cacar monyet ke Indonesia.

Dokter Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara SSK II, Risnandar Nasution, di Pekanbaru, Selasa menjelaskan, alat pendeteksi yang digunakan adalah alat pemindai panas tubuh atau “thermal scanner” yang terbaru. Alat ini terlihat sangat ringkas namun efektif dan cukup akurat untuk mendeteksi penumpang yang suhu badannya di atas normal.

“Penumpang yang suhu badannya 38 derajat celcius ke atas, maka alat ini akan berbunyi memperlihatkan indikator merah dan langsung merekam penumpang itu,” kata Risnandar.

Berbeda dengan alat yang sebelumnya digunakan KKP, mesin pemindai yang baru ini lebih ringkas dan bisa mudah dipindah-pindah karena hanya terdiri dari mesin unit processor dilengkapi roda, layar dan kamera sensor. Sangat berbeda dengan mesin pemindai lama yang sangat besar dan boros tempat.

Alat pemindai baru juga dilengkapi kamera sensor yang bisa mendeteksi suhu banyak orang dengan sekaligus. Sedangkan alat yang lama hanya ada singel kamera sehingga penumpang harus antre satu persatu untuk diukur suhu badannya.

“Kalau ada penumpang yang suhu badannya di atas normal akan kita pisahkan dan lakukan pemeriksaan di klinik KKP di Bandara,” katanya.

Penumpang yang mengalami panas tubuh di atas normal patut dicurigai karena salah satu gejala cacar monyet (monkeypox) adalah penderita mengalami demam tingggi.

Pemeriksaan standar yang dilakukan di antaranya adalah pemeriksaan fisik dan wawancara apakah penumpang sebelumnya pernah mengunjungi ke negara yang sedang terjangkit maupun melakukan kontak fisik dengan penderita penyakit.

Kalau indikasinya kuat, lanjutnya, maka penumpang langsung dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru,” katanya.

“Sampai sekarang belum ada temuan ‘monkeypox’ termasuk penyakit lain yang berbahaya,” katanya. ant




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment