Berharap Simpati Masyarakat, Iklan PKS Malah Menuai Petisi

By Satelit.co 11 Apr 2019, 09:32:28 WIB Nasional
Berharap Simpati Masyarakat, Iklan PKS Malah Menuai Petisi

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membuat iklan yang sudah tersebar televisi dan pelbagai kanal media sosial. Sayangnya, iklan yang mereka harapkan mendapat simpati masyarakat justru dengan cara merendahkan penyandang disabilitas mental. Pada iklan itu, seorang disabilitas mental membawa kabur istri orang lain, tapi sang suami tak berdaya mengejar terkendala razia polisi karena SIM motornya sudah "mati".

Iklan ini dikecam sejumlah kalangan, salah satunya Aliansi Masyarakat Peduli Kesehatan Jiwa yang terdiri dari beberapa organisasi, dengan membuat petisi “Hapus Video Partai PKS dan Iklan Kampanye Pemilu lainnya yang Menstigma Disabilitas Mental”.

Ken Kerta penggagas petisi menjelaskan, petisi tersebut dibuat karena mereka menganggap partai, politikus, pejabat publik, dan media massa gagal memahami disabilitas mental dan hak pilih dalam Pemilu.

Menurutnya, penggunaan istilah “orang gila” apalagi “sarap” yang dialamatkan untuk orang-orang dengan psikososial sebagai salah satu penyandang disabilitas mental, melanggar Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabiliras sehingga bisa dikenai sanksi hukum.

“Kami ingin mengangkat citra bahwa ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) sama seperti orang pada umumnya, yang bisa berfungsi dengan orang lain, bekerja sama dengan orang lain. Kok, PKS ini malah mengangkat hal seperti itu dan dijadikan lelucon?” ucap Bagus Utomo, Ketua Komunitas Peduli Skizrofenia yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Kesehatan Jiwa.

Ia mengatakan, petisi yang ia dan kawan-kawannya buat selain untuk mengkritik PKS, juga bertujuan agar para pembuat kebijakan lebih memerhatikan masalah kesehatan jiwa.

“Tawarkan gagasan-gagasan untuk meningkatkan sistem layanan kesehatan jiwa yang lebih baik, dukung kami, perbaikan layanan kesehatan. Masih ada 50 ribu orang yang dipasung. Nah, angkat isu itu,” imbuhnya.

Langkah lain yang diambil oleh Aliansi Masyarakat Peduli Kesehatan Jiwa adalah dengan mengirimkan surat ke DPP PKS. Mereka meminta PKS untuk meminta maaf dan mengimbau kader-kadernya untuk tidak mengunggah video iklan tersebut.

Dedi Supriadi, Ketua Bidang Humas DPP PKS menerangkan, partainya telah membalas surat tersebut yang salah satu isinya mengajak Aliansi Masyarakat Peduli Kesehatan Jiwa untuk berdiskusi.

“Kami niat baik untuk berdiskusi, dan sudah dilakukan dengan membalas surat secara resmi,” ucapnya (Kpc)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment