Kawasan Tahura Diduga Perambah Hutan Merajalela

By Satelit.co 09 Mar 2019, 23:02:50 WIB Pekanbaru
Kawasan  Tahura Diduga Perambah Hutan Merajalela

Penelusuran sejumlah lokasi kawasan Tahura, masuh dijejali para perambah dan pemilik kebun di lahan tersebut. Ironisnya,  para pekerja dilapangan menyampaikan,  konon kabarnya pihak peemangku jabatan di Tahura,  terkesan tebang pilih dalam penindakakan pengusiran perambah pemilik lahan luas dan pemilik modal.

"Lihat saja pemiliik lahan "bermata sipit", tak berani mengusirnya. Sementara,  kami yang kerja nyari makan diusirnya. Kami diusir,  kebun masih juga ada, bukan diusir juga. Apa gunanya. Sekalian diusir aja," ujar Adu,  Warga Desa Bertuah, minta namanya disamarkan, baru-baru ini.

Ia menambahkan,  pihaknya optimis para pemilik lahan luas dan pemodal tak mampu diusir. Sehingga kondisi Tahura,  tak bersih dari perambah karna pemegakan hukum tebang pilih dan tak tuntas.  "Ini hanya modus lama.  Polhut turun,  hanya berani usir yang kerja dan kecil-kecil aja, " kata Adu.

Terpisah, sebelumnya, Kepala Desa Bertuah, Tengku Darby, menyampaikan Kawasan Tahura masih belum bebas dari perambah.  "Lihat saja dilokasi. Ada sejumlah pemilik lahan kebun sawit," ujar Darby.

Didesak soal nama-nama pemilik lahan dan kebun tersebut,  secara diplomatis agar awak media menanyakan hal tersebut. "Pihak Tahura pasti tahu,  silahkan minta data-data tersebut kee pihak Tahura, "kata Darby. Sepertu diketahui, luas Tahura 6 ribuan,  tinggal sisa 2 ribuan.  Kebun sawit sudah tumbuh besar dan panen. Pemilik lahan, pemilik modal dan berasal luar daerah.

Hal tersebut disampaikam Kepala UPT Tahura,  Zailani kepada Media ini,  Senin,  (25/2/2019). Ia menjelaskan,  pihaknya optimis bisa melakukan penindakan atas hilangnya luas kawasan Tahuran di tangan para perambah.  "Kita optimis,  dan sejumlah upaya pengusiran terhadap perambah dan mencegak transaksi jual lahan dan kebun didaerah tersehut.  "Para perambah asalnya pendatang asal Sumut.  Modus,  jual tanah dengan mengajak saudara atau familinya. Atau,  ada juga kebun dijual setelah ditanam sawit, "beber Zailani.

Ia mengakui,  ada pemilik kebun prinadi dan perusahaan jumlah sampai puluhan hektar. "Ada milik pribadi,  ada puluhan hektar milik perusahaan," katanya.Disinggung soal nama-nama pemilik lahan dan kebun,  Zailani seakan tak kuat membeberkannya.  "Gini ya,  kita berupaya mengusir.  Ini mirip tembok berlin saja.  Namun,  satuan petugas sampai sekarang belum ada, "tutup Zailani.

Diakhir perbincanganya, Zailani menghimbau agar masyarakat waspada piha-pihak yang ingin melakukan transaksi jual blei lahan di kawasan Tahur. (Lin)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment