Duet Edi-Zul Kelola Proyek Rehab Kantor Walikota Cukup Fantastis

By Satelit.co 10 Mar 2019, 02:01:20 WIB Pekanbaru
Duet Edi-Zul Kelola Proyek Rehab Kantor Walikota Cukup Fantastis

Bicara alokasi anggaran di Bagian Umum Sekretariat Kota Pekanbaru, bisa dikatakan cukup 'bergelimang' anggaran. Kegiatan menyangkut aktivitas Walikota dan Wakil Walikota hingga pegawai aparatur sipil negara (asn) yang di Pemerintah Kota Pekanberu bermuara di bagian umum. Itulah sebabnya, besarnya alokasi anggaran pengeluaran Bagian Umum Sekretariat Daerah (setdako) ini, bikin merinding bulu kuduk. Alokasi anggaran kerap disorot, soal anggaran makan-minum dan sarana dan prasarana (sarpras). SATELIT Riau pernah memuat soal besaran alokasi di zaman kepemimpina Muhammad Djamil. Tak tanggung-tanggung mencapai Rp20-an lebih miliar, termasuk pengganggaran tenda membran seharga Rp2 miliar.

Kali ini, dibawah komando Edi Suherman selaku Kepala Bagian Umum (Kabag) Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Pekanbaru, mengelola anggaran 2017 dan 2018 cukup fantastis. Data laporan keuangan Pemerintah Kota Pekanbaru disarikan dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan (BPK) Provinsi Riau, sejumlah alokasi dilingkungan Pemerintah Kota, cukup fantastis.

Diuraikan, belanja sarana dan prasarana (sarpras) sebesar Rp2 miliar lebih. Lalu, sewa dan perlengkapan kantor Rp8.5 miliar lebih. Kemudian, belanja makan-minum Rp36 miliar lebih. Yang menarik, dari tiga alokasi anggaran tersebut, belanja sarana dan prasarana dan makan-minum diakui oleh mantan eks pejabat pelaksana tekhnis (pptk) semasa bernaung di Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota (Setdako) ketika menjabat pada 2017 lalu. Hanya saja, nilai anggaran masing-masing alokasi tersebut, tidak sebesar yang disebutkan dalam laporan keuangan tersebut.

Adalah Eduarsyah selaku pejabat pelaksana tekhnis (pptk) di bidang saran dan prasarana (meubelier-red), mengangaku dirinya menjabat hanya sampai September 2017. "Saya tak sampai habis di tahun 2017. Sebelum habis tahun, saya sudah pindah, dilanjutkan pak Edi-Zul bang. Jadi data terakhir tentu mereka yang pegang sampai akhir tahun. Realisasi tentu diakhir penutup tahun baru. Data terakhir dibagian umum. Saya tidak pegang, karena akhir tahun tentu pejabat yang sekarang yang pegang," demikian tanggapan Eduarsyah menjawab pertanyaan soal konfirmasi soal anggaran sarana dan prasaran sebesarw Rp2 miliar tersebut, dikirim ke SATELIT Riau melalui pesan eletronik whatssap, Minggu, (9/9/2018).

Kemudian, SATELIT Riau kembali meminta penjelasan detail soal anggaran sarana dan prasarana sebesar Rp2 miliar kepada Eduarsyah. Menurutnya, kegiatan sarana mobilitas itu semasa dia menjabat, tidak ada. Namun, Eduarsyah mengakui ada kegiatan meubelier semasa dia menjabat sebesar Rp500 juta. "Renovasi ruang dekat meulti media. Saya juga lupa, termasuk mejanya," ujar Eduar, melalui pesan elektronik whatssap, Senin, (10/9/2018). Ketika diminta secara detail soal apakah kegiatan Rp500 juta merupakan bagian dari anggaran Rp2 miliar itu, hal itu diakuinya. "Sudah (Rp500 juta termasuk anggaran Rp 2 miliar-red).

Sementara, Nurlius selaku pejabat pelaksana tekhnis Bagian Umum Setdako 2017, memberikaan tanggapannya terkait alokasi anggaran makan-minum Rp36 miliar tersebut. "Kalau anggaran makan minum tahun 2017, di Bagian Umum lebih kurang 5,6 milyar. Bukan yang tercantum dalam daftar, itu khusus anggaran bagian umum saja untuk keseluruhannya tidak sampai 36 milyar do itu yang saya tau," ujar Nurlius kepada SATELIT Riau juga dikirim tanggapannya melalui pesan elektronik whtassap, Minggu, (9/8/2018).

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa anggaran yang tertulis itu mungkin anggaran makan-minum sebesar itu dijumlahkan dari seluruh SKPD se-Kota Pekanbaru yang mengelola makan minum termasuk dinas dinas dan DPRD. "Tapi kalau anggaran makan minum tahun 2018 ini saya kurang tau karena saat ini saya sudah pensiun dan saya rasa mungkin sama dgn tahun sebelumnya ataupun berkurang karena kabarnya banyak pengurangan anggaran
," papar dia.

"Rp5.6 miliar itu termasuk makan minum Walikota dan Wakil Walikota. Termasuk acara welcome party, acara dilapangan, jamuan makan pelayanan tamu-tamu dan rapat rapat yg ada di rumah dinas maupun di kantor," ia mengakhiri.

Simpang Siur
Menanggapi anggaran sarana mobilitas Rp2 miliar tersebut, Zulkifli sempat angkat bicara. Menurutnya, kegiatan pengadaan meubilier sebesar Rp2 miliar dibenarkan oleh Zulkifli. "Ada kegiatan meubelier Rp2 miliar," singkat Zul. Sedangkan, Kepala Bagian Umum Edi Suherman, tak kunjung membalas surat konfirmasi yang dilayangkan SATELIT Riau. Sebelumnya, Eduarsyah eks pejabat pelaksana teknis digantikan Zulkifli mengatakan bahwa kegiatan pengadaan barang semasa ia menjabat hanya Rp500 juta. Perbedaaan pendapat ini, sejauh ini belum bisa diluruskan Kepala Bagian Umum Edi Suherman. Bahkan, Edi Suherman sempat menyampaikan tanggunjawab itu ada di Kepala Bagian sebelumnya.

Selain sejumlah belanja pengadaan ditangani pada akhir 2017 lalu, kiprah duet Edi-Zul merambat menangani sejumlah proyek fisik. Dari data yang diperoleh, proyek pembangunan mall plaza pelayanan publik sebesar Rp8 miliar lebih, pengadaan meubleir Rp 7 miliar dan rehab kantor fisik eks kantor dinas Tata Kota Pekanbaru sebesar Rp2 miliar lebih.Terkait hal tiga proyek tersebut, hal itu diakui oleh Kepala Bagian Umum Setdako, Edi Suherman. "Ya, benar. Itu rehab untuk kantor mall pelayanan publik," ujar Edi kepada SATELIT Riau beberapa waktu lalu. Disiinggung soal siapa pejabat pembuat komitmen (ppk) dan pejabat pelaksana tekhnis (pptk), Edi mengakuinya. "Ya, saya PK dan Zulkifli pptk-nya. Semua kita punya konsultan dalam setiap kegiatan apalagi proyek fisik," kata Edi. (Tim)

Telah Dimuat Edisi Cetak SATELIT Riau



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment