Kiper Klub Sampdoria Italia Lahir di Lombok

Kiper Klub Sampdoria Italia Lahir di Lombok

Kiper nomor satu Sampdoria itu juga masih menerapkan tradisi Indonesia dalam kehidupannya sehari-hari.

Kiprah Emil Audero Mulyadi mendapat sorotan lebih ketimbang para penggawa Sampdoria lainnya, hal ini tak lepas dari garis keturunan Indonesia yang ada dalam diri sang kiper.

Darah Indonesia mengalir dari ayahnya, Edi Mulyadi dan penjaga gawang berusia 22 tahun tersebut memang lahir di Lombok. Sementara ibunya, Antonella Audero berkebangsaan Italia.

Meski tumbuh dan besar di Italia sejak bayi, Audero tetap merasa bangga punya silsilah keluarga asal Indonesia dan sampai saat ini masih memengang sebagian budaya tanah air dalam kehidupannya sehari-hari.

“Kapan pun saya bisa kembali ke Indonesia, pasti akan ke sana. Meski jauh, itu sepadan,” buka kiper produk akademi Juventus itu dalam wawancaranya dengan Dugout.

“Ayah saya berasal dari Lombok. Saya juga lahir di sana. Tapi kami lebih lama menghabiskan hidup di Turin, tempat asal ibu saya, tepatnya daerah Cumiana. Budaya Indonesia dan Italia sama-sama memengaruhi diri saya.”

“Biasanya, budaya Italia akan aktif dengan sendirinya saat saya sedang menjalani pekerjaan sebagai atlet. Menghadapi hal-hal kompleks yang perlu banyak persyaratan harus dibutuhkan kesabaran. Saat seperti itu, budaya Italia lebih memengaruhi saya.”

“Sementara untuk kehidupan sehari-hari, hal-hal yang lebih santai dan tenang, budaya Indonesia lebih kuat. Oleh karena itu, budaya Indonesia lebih kuat. Lebih sering saya terapkan.”

Audero melakoni debut serta laga satu-satunya bersama Bianconeri pada akhir musim 2016/17, sebelum dipinjamkan ke Venezia dan dilepas secara permanen ke Sampdoria pada musim panas tahun lalu.

Ia dikabarkan pernah menolak panggilan memperkuat tim nasional Indonesia dan masih memendam harapan untuk bisa membela Italia, setelah pernah ambil bagian dalam kelompok umur Italia mulai dari U-15 hingga U-21. (Goal)

CATEGORIES
TAGS