Ibadah Oikumene Lanud RSN, Pdt: Ambillah Kunci Kemenangan Daud Kalahkan Goliat

Ibadah Oikumene Lanud RSN, Pdt: Ambillah Kunci Kemenangan Daud Kalahkan Goliat

ESCO-Hdup ini tidak selalu berjalan lancar dan  menyenangkan hati, terkadang ada riak riak kecil bahkan beratnya beban kehidupan membuat kita merasa seperti terhimpit.  Sebagai anak Tuhan, mari kita selalu haus dan rindu utk selalu disegarkan oleh kebenaran Firman Tuhan. Sehingga seberat apapun beban kehidupan, percaya kita kuat dan dimampukanNya menghadapinya. Demikian apa yang katakan oleh Liturgis Ibadah Letkol Kes Novita Sinaga pada kegiatan ibadah Rabu dengan topik

“Kunci Kemenangan Daud” di Gereja Oikumene Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Rabu (20/11/19). “Lalu Daud mengambil tongkatnya di tangannya, dipilihnya dari dasar sungai lima batu yang licin dan ditaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya, yakni tempat batu-batu, sedang umbannya dipegangnya di tangannya.

Demikianlah ia mendekati orang Filistin itu”.  (1 Samuel 17:40)”, serentak jemaat membaca. Selanjutnya pengkotbah Pdt. Lasma membacakan juga dari 1 samuel 17: 4 gambaran sosok Goliat yang tinggi besar kuat  dengan memakai peralatan perang lengkap, berbeda dengan Daud yang seorang anak bungsu dengan tubuh yang kecil, masih muda dan  kesehariannya hanya memelihara ternak ayahnya, dengan melihat dua kondisi yang berbeda bukankah sebenarnya ini adalah sebuah pertempuran yang tidak seimbang. Secara manusia bagaimana mungkin seorang Daud bisa mengalahkan raksasa sebesar Goliat?

Daud dengan segala keterbatasannya harus berhadapan dengan Goliat yang memiliki banyak kelebihan yang luar biasa. Tetapi kita melihat pada akhirnya Daud bisa mengalahkan goliat. “Dalam 1 Samuel 17:40 dikatakan bahwa Daud mengambil 5 (lima) batu untuk mengalahkan Goliat, demikian juga ambillah 5 kunci kemenangan Daud. Pertama. Batu keberanian Ayat 36 selama 40 hari goliat menantang tentara Israel namun tidak ada seorangpun yang berani. Hanya Daud yang berani maju ke depan utk mengalahkan Goliat. Mengapa Daud berani? Karena Cara pandang Daud
berbeda dengan yang lain. Daud tidak melihat Goliat sebagai pendekar tetapi Daud menyamakan goliat dengan binatang yang telah dikalahkan.

Kedua, Batu pengalaman ayat 37 Dengan pengalaman Daud. Daud yakin Allah akan menjadikannya menang, Daud mengingat kemenangan-kemenangan yang Tuhan berikan kepadanya pada masa lalu. Bila pengalaman yang dahulu Tuhan sudah menolong maka Tuhan juga akan menolong dia didalam melawan goliat. Pengalaman Daud menjadi bekal bagi dia untuk menghadapi masalah masalah baru termasuk melawan goliat,”ucap Pdt Lasma.

Ketiga, lanjut Pdt Lasma. batu penyerahan diri. Di-ayat 45 mengatakan, dengan penyerahan diri kepada Tuhan, Daud akan mampu dan sanggup mengalahkan Goliat. Daud menyadari bahwa dia tidak sanggup melawan Goliat seorang diri. Dia menyerahkan diri kepada Tuhan dan melibatkan Tuhan di dalam peperangan itu. Dua sisi yang berbeda antara Daud dan goliat. Goliat mengandalkan kekuatan nya, Daud mengandalkan Tuhan.

Keempat Batu prioritas. Dalam nats ayat 46 -47, Daud mempunyai Prioritas tertingginya yaitu menjaga kemuliaan Nama Allah. Kelima, Batu iman. Ayat 48, Daud berlari menyongsong Goliat bukan menjauhi nya. Daud berlari dengan iman. Goliat yang besar harus dihadapi dengan iman yang besar juga. KuasaNya tidak akan pernah tercurah sebelum kita melangkah untuk mempraktekkan iman kita. Daud melangkah dengan iman, sehingga dia bisa mengalahkan goliat.

“Lalu apa yang dapat kita pelajari melalui firman Tuhan ini, dalam kehidupan ini, kita menghadapi banyak ‘Goliat’ seperti perekonomian yang terpuruk, hubungan keluarga yang kurang baik, tagihan yang tidak terbayar, orang yang tak bisa disenangkan, kebiasaan yang sulit diubah, kegagalan yang tak terlupakan, masa depan yang tak menentu dan masih banyak goliat2 lainnya”, ia menggambarkan. “Kita merasa bahwa Goliat itu itu tidak sebanding dengan kita. Kita merasa bahwa kita terlalu lemah untuk mengalahkan goliat yang kita hadapi. Tetapi melalui firman Tuhan ini kita diingatkan dan dikuatkan, Daud yang bisa dan mampu mengalahkan Goliat. Demikian juga dengan kita pasti bisa dan mampu untuk mengalahkan goliat.

Kelima, kata Pdt Lasman, ambillah batu kelima sebagai kunci kemenangan Daud dan pergunakan lah sehingga kita akan mampu mengahadapi dan mengalahkan Goliat-goliat yang ada di dalam kehidupan kita,,” ujar Pdt  Lasma diujung kotbahnya. (***)

CATEGORIES
TAGS